2 Kegembiraan Dari Malaysia

Sore kemarin, waktu lagi suntuk dan stress berpacu dengan jam dinding kantor redaksi, saya kedatangan tamu dua orang. Salah satunya sudah saya kenal, karena adik kelas dulu waktu masih nyantri. Satunya lagi namanya Ahmad fajrie Zam-Zam, seorang ustadz Lulusan Yaman dan Malaysia.

Selanjutnya tak perlu saya ceritakan, karena memang kepentingan kita yaitu lompat ke ujung cerita: Rupanya Si Ustadz Fajri ini adalah adik seorang penulis kenamaan malaysia asal banjar yang sekarang mimpin Pesantren Yaasin di Banjarbaru. Buku -buku beliau ada yang sudah cetak 15 kali di malaysia. Kakanya rupanya terkesan dengan Novel ” Jazirah Cinta” karya teman saya Randu Alamsyah katanya: ga rumit dan lebih bagus dari pada Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.” Sederhana, ga panjang, tapisalju_sakinahl dalam…”

Itu kabar gembira yang pertama.

buku_jazirah_cinta

Kabar bagus yang kedua, sore itu saya menjemput paket hasil kiriman dari Yang Sangat Tercinta Tuan Puteri Siti Fatimah Ahmad, Mahasiswa pasca sarjana di Universiti Kebangsaan Malaysia. Saya terharu membaca tulisan pengantar di paket itu : salam hormat takzim Tuan Randu alamsyah di Banjarbaru, saya sentiasa doakan kebaikan dan mudahan segala perkongsian ilmu bersama insan lain akan mendapat keberkatan dari ALLah Swt. Salam persaudaraan dan persahabatan. Ikhlas dari saya Siti Fatimah Ahmad

Isinya ada novel Salju Sakinah yang BestSeller di malaysia sana, terus ada notepad, ada Coklat yang rasanya bikin merem melek, juga terakhir yang lebih mengahrukan saya, ada Matsurah Syugra, wirid-nya Imam Hasan Al Banna.

Terima Kasih Tuan Putri, nanti Insya Allah, setiap saya membaca Matsurah itu, saya akan kirimkan salam melalui angin yang melintasi Selat Malaka, Moga-moga keridhoanNYA menyertai Tuan putri sekeluarga, moha -moga cahayanya bisa menerangi kehidupan Tuan Putri di Bangi sana….

63 pemikiran pada “2 Kegembiraan Dari Malaysia

  1. Pertama, selamat atas 2 kegembiraan dari malaysia yang anda terima. Kedua, terimakasih sudah mampir ke blog saya yang sederhana itu, salam kenal pula. Semoga, bila Allah berkehendak, silaturahmi antar blog kita akan terus terjalin.

  2. Kok bingkisannya sama kayak yang saya baca diterima oleh Pak Ersis🙂
    Jangan-jangan yang ngirim sama ya hehehe🙂

    Salam kenal!

  3. dear bro randu,
    itu nama tuan putrinya harus pake yang tercinta gitu ya?
    dirimu seorang penulis ya?

    thanks udah mampir ke blogku
    keep contact

  4. Aih, sakalinya urang Banjar jua kah?

    Paket dari Malaysia boleh dong dibagi-bagi.

    Novel “Jazirah Cinta” tampaknya harus segera saya cari dan membacanya dengan tuntas. Ketinggalan kereta rupanya.

    Salam kenal.

  5. Assalaamu’alaikum …

    Alhamdulillah, saya gembira kerana “saya” sudah ada bersama Tuan Randu Alamsyah di sana. Ya…”kasih” nya sudah di”terima”. Semoga sentiasa bahagia dan beroleh ketenangan. Aduuuh…YANG TERCINTA….asyik sekali. Saya fikir ini perkataan (tulisan) paling berani ditulis secara umum…kalau ketahuan, pasti ada yang bengkak pipinya nanti… he..he…he..Maaf gurau aje Tuan Randu. Terima kasih kerana ada yang menyinta atas nama persaudaraan Islam. Saya senang menerima persaudaraannya kerana Allah swt.

    Alhamdulillah…terima kasih atas segala doa yang telah dan bakal dikirimkan selalu. Saya menyambutnya dengan menadah kesyukuran dari jauh atas nikmat yang diberikan dalam persaudaraan Islam ini.

    Selamat membaca novel dan selamat menjamu coklatnya. Novel ini saya beli di Pesta Buku Antarabangsa, PWTC, Kuala Lumpur (1 jam perjalanan menggunakan komuter -kereta api elektrik – dari UKM ke PWTC,KL). Itu sahaja yang mampu dikirim sebagai tanda persahabatan. Terima kasih kerana menghadiahkan senyuman buat saya tika ini. Salam hormat dan penuh mesra dari Sarikei, Sarawak.

  6. alhamdulillah, ikut senang atas kabar gembiranya🙂

    wah, musti hunting novelnya niy😀

    heu heu. . . coklatnya bikin pengunjung pada ngiler euy,:mrgreen:

    salam kenal dari nisa di malang😀

  7. anu novel Salju Sakinah itu ada versi bahasa indonesia ga bang? lagi pula klo pke Bahasa Malaysia kira2 kosa-katanya gimana bang. apa masih bisa diresapi dan di hayati

  8. Jazirah Cinta aku sdh baca. Dan yg paling berkesan adalah perjalanan spiritual anak2 pondok di pal 18. Kata Syamsuni dan Jamal (alumni Pondok situ yg kebetulan serumah dgku) itu kejadian nyata. Tp klo “kegemaran” si Syamsu “nyasar” ke sana, wah itu bujuran kada wal?

  9. hehe….saya jadi penasaran, coklat apakah itu yg membuat merem melek:D
    trims ya mas udah ngunjungin blog saya:) salam kompak:shakehand:
    blog anda keren, penuh yg berbau sastra…..

  10. jadi penasaran pengen tau coklatnya kayak gimana tuh bisa bikin merem melek hehe…
    blognya mantap mas, penuh dgn sastra:thumbup:

  11. Bos? minta summary “Salju Sakinah” di sini dwonk…biar kita-kita bisa baca juga, gimana seh novel Malaysia ceritanya:-)

  12. ah, indah nian persahabatan.
    insya Allah tali silaturrahim yang senantiasa terjaga akan melapangkan jalan manusia dan menghindari dari kesulitan.

    *makan coklat pantang sendirian, mas. sini, bagi saya!*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s