Nasihat di masa kecil

Kita para tukang hitung, tukang prediksi, ahli nujum, dan para pakar, boleh – boleh saja meramalkan siapa mendapat berapa, siapa mendukung apa, berapa akan kemana, tapi kemudian kita juga boleh mencak-mencak dan misuh-misuh  karena memang semuanya Unpredictable dan seringkali Unbelievable.senja1

Hari-hari bagai siluman dan manusia hanya bisa memegang angin. Terbuktilah sudah, bahwa tidak ada yang pasti, semuanya gelap. Segelap hari-hari yang membayang di depan para calon yang kalah. Mungkin hutang, mungkin kehormatan.

Jika anda telah mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk membeli kekalahan dan penderitaan hari tua dan pandangan geli orang lain kepada anda, apa yang anda butuhkan ? Kebesaran jiwa ? ketahanan hati ? Yah begitulah, nasihat itu tak pernah berubah sejak masa kecil anda yang berlari-lari menuju surau dengan sarung melilit dan kopiah kebesaran  saat angin sore bertiup di pengajian dulu. Nasihat pak imam yang berkata kepada anda, ”  dunia ini bagai air laut, nak. semakin kau minum semakin haus. selesaikan dulu dunia di hatimu, nak, niscaya kau tak ‘kan dahaga selamanya…”

17 pemikiran pada “Nasihat di masa kecil

  1. Jika engkau jadikan dunia ini bagai air laut, ada pasang dan surut, semakin diminum semakin bertambah dahaga. Jadi, jangan jadikan dunia ini bagai air laut tapi jadikan dunia ini bagai air tawar saja, sehingga tidak perlu menyelesaikan urusan dunia hanya karena dahaga, tapi memang karena Allah yang menyelesaikannya.

  2. samudera maha luas = padang pasir maha luas; itu yang membuat para penakluk mengalahkan hatinya terlebih dulu–entah bagaimana kemudian orang2 menilainya.

  3. … entah, apakah aku yang teralu bodoh dan pelupa, sehingga nyaris tak ada satu nasihat apapun yang kuingat, baik dari ayah ibuku, guru ngajiku waktu kecil, atau ustazku di pesantren (aku telah berusaha mengingat-ingatnya, tetap saja tak ada).
    Tapi, bila aku yang bodoh dan pelupa ini boleh memberi nasihat; bahagiakanlah kedua orangtuamu, sebelum terlambat.

  4. Assalaamu’alaikum Tuan Randu Alamsyah.

    Lama juga tidak kemari. Datang untuk menghantar pesan dan undangan khas dari jauh.

    TAHNIAH diucapkan kepada tuan Randu kerana telah dipilih sebagai penerima award bagi kategori musim pertama AWARD 1 LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI.

    Dengan hormatnya, saya mempersilakan tuan Randu menerima kelima-lima AWARD tersebut.

    Makanya, didahului dengan ucapan terima kasih kerana sudi menerima undangan ini. Ke hadrat Allah swt didoakan kesejahteraan dan kebaikan melalui curahan ilmu dan tulisan yang boleh dimanfaatkan.

    Saya menanti kehadiran tuan di sana. Salam penuh takzim dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Bangi, Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s