Reuni

( Bukan maksudku berbagi nasib, Nasib adalah kesunyian masing-masing…)

Baiklah. Ini tentang ingatan kemarin. Sudah terlalu lama waktu berlalu, rupanya. Sehingga ketika pesta selesai, dan semua orang telah pulang ke dunianya masing-masing. aku masih pula berdiri sendiri disini.

Teman – teman dari seluruh pelosok datang, meninggalkan segala kesibukan dan keterjebakannya pada hari – hari yang tak pernah lagi menyeruak ke masa silam-untuk sekedar bertegur sapa, sepatah dua patah kata ; hai, masih ingat waktu itu, kita berbagi nasi dijam 3 malam ? masih ingat kau sobat, ketika kita melewati kuburan di bulan purnama untuk mletakkan surat di beranda rumah gadis rebutan kita ? waktu itu kita berlompatan di atas nisan dan meluncuri rerumputan setinggi dada. ingat jugakah kau kawan, waktu kita memperdayai nenek tukang masak untuk mencuri barang satu dua buah tahu ?

Percayakah kau, sobat. Masih kusimpan rindu itu. sebelum akhirnya aku sadar, bahwa hidup ini sebenarnya adalah pertarungan demi pertarungan. Aku, Demi Allah, sobat, mampu melewati segalanya, tapi betapa susahnya mengalahkan waktu.

6 pemikiran pada “Reuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s