Sebelum kita bertumbangan

kita selalu terlupa membaca cuaca

yang memakani pohon pohon usia

sampai nanti kita tersadar

ada lagi yang tumbang dalam diam

dan kita berada di deretan itu

menunggu

 

sementara sebelum saat itu datang

 aku ingin membangun sebuah rumah sederhana

di dalamnya ada sebuah meja

dengan dua kursi di dekat jendela

tempat kita menangis dan membusuk

dan malamnya kita sembahyang

menggugurkan dosa dosa

 

* Hasil adaptasi dan sedikit modifikasi dari puisi Sandi Firly, Sebelum kita bertumbangan.

5 pemikiran pada “Sebelum kita bertumbangan

  1. Kita selalu terlupa membaca cuaca
    sampai nanti kita tersadar

    menurut pepatah jawa:
    sak bejo-bejone wong, sik bejo wong sing eling lan waspada (Seberapa beruntungnya seseorang, masih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada).

    Semoga kita termasuk didalamnya…

  2. Assalaamu’alaikum

    Lama tidak berkunjung ke sini. Didoakan Tuan Randu Alamsyah sihat sentiasa. ya…hati manusia senantiasa berlagu rindu, mengharap ketenangan akan bermukim dihati. Namun Sang Kekasih Yang Maha Esa..tentu tidak akan menghampakan hamba-hamba yang sering menadah tangan memohon keampunan dan kebahagiaan dari-Nya.

    Salam mesra dari saya di Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s