My Blood, My Palestina

picture1picture2picture3picture4picture5picture6picture7picture8picture9picture10

pic1

pal_deadpic2pic71

Hari ini tolong angkat tanganmu.
Tolong.
DemiTuhan.
Saat ini juga.
Angkat tanganmu.
berdoalah untuk mereka
Saudara – saudaramu di Palestina.
Cukup Doa Saja
Tak perlu repot-repot mengasihani mereka
karena sesungguhnya kitalah yang patut dikasihani.
Tak perlu kau menangisi mereka
Karena sesungguhnya merekalah
yang menangisi kebisuan kita.
Titip salamku buat para pemimpin negara-negara Islam:
Jadilah laki – laki walau cuma 1 hari.
Sekian
Terima Kasih

Randu alamsyah for President

Cuma Mimpi. Tapi Enak. Mau coba tidur lagi, koq ga bisa lagi. Saya akhirnya bangun dan senyum – senyum sendiri.
Dingin – dingin begini, enaknya ya tidur. Tadi pasti ada malaikat yang lewat,kasihan liat saya meringkuk kedinginan, lalu iseng – iseng ngisi di mimpi: Saya Jadi Presiden.
Tapi koq cepat banget durasinya, Kat ? ga nunggu saya nyusun-nyusun kabinet dulu.
Dulu, waktu Mbambung di Balikpapan, saya memang pernah nyuci mobil presiden. Uh, bangga. Ada acara di Balikpapan,entah pembukaan apa. Mbak Mega, Presiden waktu itu, belum datang, Mobil R1-nya dah duluan. Si Paspempresnya yang ngawal mobil itu ke pencucian mobil dimana saya kerja. Saya dan teman – teman saya yang sedang nunggu langganan, jadi sok.
Mobilnya mau dinaikan ke arena cucian, tapi kata Mas Pempres yang berkumis, Ga usah. Mobilnya berat. Bisa – bisa kayu-kayu ulinnya di bawahnya runtuh.
Akhirnya, Kami harus narik selangnya ke luar, ke arah jalanan.Saya pegang dan Buka Mobilnya, ternyata memang Manngtaff…, Sambil nyuci si Mas Pempresnya candain kami, katanya Kami ini beruntung bisa nyabunin mobil presiden. Katanya lagi, Ban mobilnya aja ga bisa kami tebus dengan gaji seumur hidup kami.Weleh..weleh…
Saya yah senyum-senyum aja.
Sudah, ya. saya mau nyusun kabinet dulu. Siapa tau Malaikatnya tadi belum pergi.Nanti sampeyan – sampeyan yang berkomentar disini masing -masing saya jadikan: Menteri Dalam Negeri, Menteri luar negeri,Menteri kesehatan tradisional,  Menteri Perairan dan irigasi, menteri kehutanan dan kebakaran….

Snow on Sahara

Kadang – kadang saya pikir si Worpes ini Masuk surga. Coba Tho, gara – gara dia orang – orang bisa saling sapa, hubungkan slaturrahmi, kunjung – mengunjungi, jenguk – menjenguki, dan seterusnya.
Saya sendiri, baru beberapa minggu blog – blogan di worpes sini. Prestasi tertinggi saya yang telah dikaruniai oleh worpes :
1. Makan di warung akrobat : 2 Kali
2. Bertemu dengan Para Visioner : 1 Kali
3. Di WW. oleh seorang Jurnalis – Penulis Hebat : 1 Kali
4. Diberi Salam langsung masuk kantung kemeja saya oleh seseorang yang tidak mau saya sebutkan-dengan harapan pahala yang didapatkannya maksimal- : 1 Kali
4. Dll.
Pokoknnya semua ini mustahil terjadi kalo saya ga blog-blogan.Si Worpes melingkari kami dalam satu kabel, dimana kami bisa salinh berbagi, saling menguatkan.
Bilik saya di randualamsyahworpesdhotcom, mulai banyak yang datang, Ada yang tanya kabar, ada yang celingak – celinguk aja,Ada yang serius, ada yang begitu datang langsung ketawa-ketiwi, pokoknya berbagai rupa karakter. Semuanya saya senang. Semuanya Tamu, dan saya diajari oleh nabi saya untuk memuliakan tamu.
Sungguh baik hati si pengurus worpes ini.Untuk jasa-jasa mulia itu, Dia ga nuntut apa – apa. Ga minta dibeliian pentol. Belakangan, di blog saya ditaruhnya salju. Apa-apaan ? Sebenarnya saya agak protes, Blog saya kan warnanya Coklat mirip padang tandus, kok pake salju segala?
Tapi yah, ga apa – apa. Itu namanya Keajaiban. Snow On Sahara.

Ya Allah, Balaslah segala kebaikan Worpes..Masukanlah Ia ke dalam surgaMu yang dibawahnya mengalir sungai – sungai…
Amien.

Satu jam bersama Ersis

ketika lagi serius mengukur-ngukur cuaca dan menghitung – hitung kemungkinan hujan tumpah sehingga saya dapat memutuskan sebaiknya keluar untuk membeli Minyak tanah atau tidak, HP saya menjerit. Suara tegas dari seberang itu meminta saya menunggu, karena akan dijemput. ” saya sedang meluncur ini…,nganggur kan? ikut saya ke Banjarmasin !
Seketika kesadaran saya kacau. Cukup lama juga saya Loading, soalnya saya belum pernah berkomunikasi dalam konteks Face To Face dengan si pemilik suara tadi. saya merasa terlibat dalam situasi yang sangat penting bersama orang yang juga tak kalah penting. saya demam pangung. Psikologi yang dialami oleh orang yang baru terjun ke suatu pentas untuk pertama kalinya.Saya harus ngerewin berkali-kali sebelum akhirnya menyanggupi untuk diculik ke Banjarmasin.
oh, ya, saya lupa, Orang tadi itu Ersis warmansyah abbas.The Founder Of EWT.

***

Rupanya ini masih tentang Bundelan kertas-kertas usang tulisan saya yang akhirnya diterbitkan oleh Penerbit Serambi, jakarta melalui lini penerbitannya, Zaman, sebagai novel dengan judul yang menggetarkan ” jazirah Cinta.” Roman yang menurut mas kurniawan abdullah-Kepala Departemen Penyuntingan naskah Penerbit Serambi, yang telah meloloskan naskah Dan Brown, The Da Vinci Code – sebagai novel yang sangat potensial dibanding novel-novel bertema serupa ( jangan percaya, saya sedang promosi ), meski saya juga berani bertaruh Orang – orang seperti pak ersis, Sandi firly, Aliansyah Jumbawuya, pak suhadi dll, hanya memerlukan waktu kurang dari 2 bulan untuk melakukan hal yang serupa, asalkan mereka berstatus Free.

Waktu Lowong, itulah rahasianya. Saya seorang Pengangguran ketika saya menyelesaikan novel itu dalam 3 Bulan. sampai saat ini pun saya masih luntang – lantung ra karukaruan. saya mempunyai waktu yang lebih panjang dari orang lain untuk berintim ria dengan diri saya.Bukanlah surprise kan jika orang yang banyak melamun dan menguap seperti saya, akhirnya bosan dengan stagnasi hari – hari, kemudian iseng-iseng ngambil kertas untuk dicatat ala kadarnya ?
Dinamakan kejutan itu, adalah jika orang seperti, misalnya Mas Taufiqqurahman, yang  pengajar SMAN 5 itu, yang sangat sibuk bergelut dengan segala hardware dan software dunia pendidikan itu, mampu mencuri kesempatan untuk menulis novel.
So, Waktu lowong dan keinginan kuat. That’s All.

Sore itu, Saya gak berani jauh – jauh dari pak Ersis. Saya ga punya uang taksi untuk kembali. Pilihannya ya cuma itu tadi, ikut pak Ersis wherever his go. Pun ketika beliau masuk ruangan untuk memberi kuliah tentang Pengembangan  Kurikulum.Saya tamu merangkap asisten dosen sehari. Luar Biasa cara Pak  Ersis menguasai kelas. Beliau seseorang yang sangat paham tentang konsep komunikasi dua arah.  Ahli dalam seni penyampaian.Piawai membolak – balik atmosfir dan suasana. Jagoan narik – ulur tema. Mimik,Gestur, dan gerak tubuh sinkron dengan segala retorika beliau. Bahkan ketika beliau ‘membantai’ hasil tugas dari seorang anak didik yang cantik, Ekspresi dan Emosi beliau tetap ga cedera.
Di rentang waktu pentransferan ilmu itu,baru saya sadar, saya berhadapan dengan Ersis seutuh-utuhnya.

sebenarnya, saya agak ga enak.Soalnya di edisi kemarin beliau nyindir-nyindir masalah lontong. Lha, koq pulangnya malahan saya yang ditraktir beliau di sebuah restoran dengan pelayanan akrobatik. menyusun puluhan piring dalam sekali antar. saya Umpat Maem.Ga senonoh juga kan kalo saya yang kere,mbosi beliau.  Mana berani saya. He..he..
Memang betul kata iklan : Ersis, Gsm yang baik.

Aaaarggghhhh….!!!

Kesedihanmu adalah
kebahagianku.
Karena sungguh
kecemerlangan hatimu,
membuatku ingin
membunuhmu!!!

[Sajak Izazil Menggugat: Prolog]

setelah saya pikir-pikir lagi, kebencian saya kepada Bush selain lahir dari kewajaran manusiawi saya juga nongol dari kelemahan saya. sewaktu kecil jika ada orang yang lebih besar dari saya yang tidak saya sukai karena sering mengganggu saya dan secara teoritis tidak bisa saya lawan, saya akan senang jika ia mengalami kemalangan misalnya ia dipukul orang lain yang lebih besar,ia terjatuh di hamparan kotoran kuda, dst.

cara “melawan” yang seperti itu mungkin pengecut, jelas itu  eskapisme dari perasaan takut yang salah. karena merasa tidak mungkin menang, saya menghibur diri saya dengan patriotisme-patriotisme dangkal.saya menelusup dan berteriak-teriak dibalik pengakuan atas kebertaklukan saya.

sialnya, ini hanya akan menumbuhkan superiorisme musuh.Seteru kita itu bertambah gemede. GR. Orang besar di masa kecil saya malah semakin hari semakin menyewenang-wenangi saya. Bush malah berkata setelah pelemparan itu : saya ga merasa terancam tuh…

aaaaargggghhhh….!!!