Sore kemarin, waktu lagi suntuk dan stress berpacu dengan jam dinding kantor redaksi, saya kedatangan tamu dua orang. Salah satunya sudah saya kenal, karena adik kelas dulu waktu masih nyantri. Satunya lagi namanya Ahmad fajrie Zam-Zam, seorang ustadz Lulusan Yaman dan Malaysia.
Selanjutnya tak perlu saya ceritakan, karena memang kepentingan kita yaitu lompat ke ujung cerita: Rupanya Si Ustadz Fajri ini adalah adik seorang penulis kenamaan malaysia asal banjar yang sekarang mimpin Pesantren Yaasin di Banjarbaru. Buku -buku beliau ada yang sudah cetak 15 kali di malaysia. Kakanya rupanya terkesan dengan Novel ” Jazirah Cinta” karya teman saya Randu Alamsyah katanya: ga rumit dan lebih bagus dari pada Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.” Sederhana, ga panjang, tapi
dalam…”
Itu kabar gembira yang pertama.

Kabar bagus yang kedua, sore itu saya menjemput paket hasil kiriman dari Yang Sangat Tercinta Tuan Puteri Siti Fatimah Ahmad, Mahasiswa pasca sarjana di Universiti Kebangsaan Malaysia. Saya terharu membaca tulisan pengantar di paket itu : salam hormat takzim Tuan Randu alamsyah di Banjarbaru, saya sentiasa doakan kebaikan dan mudahan segala perkongsian ilmu bersama insan lain akan mendapat keberkatan dari ALLah Swt. Salam persaudaraan dan persahabatan. Ikhlas dari saya Siti Fatimah Ahmad
Isinya ada novel Salju Sakinah yang BestSeller di malaysia sana, terus ada notepad, ada Coklat yang rasanya bikin merem melek, juga terakhir yang lebih mengahrukan saya, ada Matsurah Syugra, wirid-nya Imam Hasan Al Banna.
Terima Kasih Tuan Putri, nanti Insya Allah, setiap saya membaca Matsurah itu, saya akan kirimkan salam melalui angin yang melintasi Selat Malaka, Moga-moga keridhoanNYA menyertai Tuan putri sekeluarga, moha -moga cahayanya bisa menerangi kehidupan Tuan Putri di Bangi sana….