Lebaran lebaran…

randua

Diterbitkan di:  on September 18, 2009 at 7:07 am Komentar (8)

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://randualamsyah.wordpress.com/2009/09/18/lebaran-lebaran/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

& Komentar Leave a comment.

  1. ۞۩۞ تقبل الله منا ومنك ۞۩۞ Selamat hari raya idul fitri 1430 H Minal aidzin wal faidzin Mohon maaf lahir dan batin

    here’s hoping that we all shall be enlightened by the almighty, and forgiven for our wrong doings! Ameen, May Allah bless us all.

    best regards,
    Pakde

  2. mohon maaf lahir batin, semoga kita diberi kesempatan bertemu ramadhan berikutnya.

    Selamat sampai tujuan berpuasa …

    eh … Albert E. lupa tahun Hijriah dikiranya masih 1420 H. … xixixixix

  3. Assalaamu’alaikum..

    he..he…he… hebat sekali kalau gaya itu seperti amhu promosi sahaja. Wah.. Tuan Randu selalu mahu mengembirakan sesiapa sahaja.

    Sebening air wudhu’ditatah
    sesuci kitabbullah di hayati
    semerdu alunan zikir disebut
    seindah solat yang didirikan
    setenang hati yang tiada rasa benci dan dendam.
    Andai bicara tidak dapat disambut
    Jika wajah tidak sempat ditatap
    Bukalah pintu maaf buatku.
    Dengan kemaafan dari hati yang dalam..
    Aku ingin mengucapkan Selamat hari Raya. Maaf zahir dan bathin.
    Senyum seindah suria dan salam mesra hendaknya dari Sarikei, Sarawak.

  4. Met lebaran … mohon maaf

  5. hehe… kartunya lucu.
    mohon maaf lahir dan batin juga, mas.
    lebaran juga tho?
    kan kemarin puasanya nggak pol. :mrgreen:

  6. bang datuk syauqi dan datuk emak dari darul khair masing ingin bicara via hp jadi kalau abang berkenan mohon hub. nomor 085656393335. moh syauqi sekeluarga mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin, semoga persaudaraan diantara kita tidak lekang oleh waktu.

  7. Syawal adalah akhir. Ia juga permulaan. Akhir dari rital suci Ramadan. Akhir dari keterburu-buruan spiritual yang begitu bersemangat agar tak tertinggal parsel ampunan dan tiket penukar kavling surga. Karena itu, Syawal menjadi awal dari sebuah kefanaan yang kembali pulang. Fana yang terusir sejenak oleh Ramadan.

    Jika Goenawan Mohamad terang-terangan menyebut bahwa yang dirayakan Ramadan adalah kekosongan (Tatal 59), izinkan saya melengkapinya: Syawal diciptakan untuk mengisi kekosongan itu.

    Awal Syawal adalah lebaran. Di Indonesia, yang justru indah dari lebaran ialah bahwa ia tak identik dengan kesucian. Lebaran adalah pesta, perayaan, kegembiraan, bahkan di sana-sini “kemewahan”.

    Hari ini, pesta itu telah usai. Topeng-topeng dengan karakter penuh maaf telah teronggok di pojok kursi cadangan. Ia baru akan berguna lagi pada satu tahun mendatang. Wajah-wajah pun kembali sibuk dengan topeng-topeng yang lain: Topeng yang selama awal Syawal teronggok di kursi cadangan. Topeng serakah, topeng juru culas, topeng pendusta, topeng ahli keji, bla…bla..bla.

    http://kalipaksi.com/2009/09/28/topeng-bulan-syawal/

  8. dah lama blue tak kemari………
    wah mantab postingannya sahabat
    salam hangat selalu


Leave a Comment