J
Jika ada orang yang lebih mengetahui agenda -agenda baik yang nampak maupun terselubung, dialah wartawan. Wartawan tahu berapa anggaran sebenarnya proyek yang sudah diguntingi pita itu. Ia tahu untuk apa sebenarnya tanah kosong yang menjadi sengketa itu. Ia tahu yang berdemo minta keadilan itu sebenarnya boneka atau betul rakyat. Ia tahu apa si kalem yang pendiam itu mengincar kursi apa. Ia tahu di daerah mana saja, ada bercak dan belang di tubuh bintang film tertentu. Ia bahkan juga tahu, presiden mana yang sudah dipesan oleh si paman sam…
Tapi mau jadi wartawan ini susahnya, ampun. Contoh saja, kau tahu sesuatu. Terus, atas “alasan-alasan tertentu” kau tidak bisa bebas aja bisa mempublikasikan. Sering kali alasan tertentu itu adalah stabilitas negara atau stabilitas daerah. Disinilah susahnya, kau bisa jadi hanya akan menyimpan berita itu jauh direlung hatimu dan hanya akan kau ocehkan jika kau sudah tertidur di ranjang RSJ.
Tapi waktu itu, tak ada lagi yang percaya kepadamu…
Assalaamu’alaikum…
Tahniah Tuan Randu Alamsyah! Wah…sudah menjawat tugas wartawan sekarang ini ya ! Alhamdulillah…tugas yang amat mencabar dan tentu sekali mengasyikkan. Tugas ini memang sangat menyeronok namun memerlukan ketabahan, kesabaran dan kekuatan dalaman kerana lapangannya begitu mengujakan. Saya ucapkan selamat maju jaya dan salam hormat selalu.
Assalaamu’alaikum…
Tahniah Tuan Randu Alamsyah! Wah…sudah menjawat tugas wartawan sekarang ini ya ! Alhamdulillah…tugas yang amat mencabar dan tentu sekali mengasyikkan. Tugas ini memang sangat menyeronok namun memerlukan ketabahan, kesabaran dan kekuatan dalaman kerana lapangannya begitu mengujakan. Saya ucapkan selamat maju jaya dan salam hormat selalu dari Kuching, Sarawak
kaya itulah…?
meski aku bukan wartawan, tapi dari yang kutau, kerja pers itu emang berat. kadang sampe dipukulin
ASs.
yang dicari … juga kesalahan berita, karena jika tidak ada kesalahan bisa tidak ada kebenaran berita ha ha ha
sukses menjadi wartawan, moga saja resikonya tidak begitu terus apapun, tapi yang sanggup ditanggung saja.
oo, kyaitulah posenya wartawan. di mana tu, jar??
cover both sides…
seandainya begitu.. seandainya semua…
wah…. Blogger juga seperti itu, he… hidup jurnalis, tapi sekarang kamera saya hilang? hiks…
wuaahahahahahahahah
muka pak Yanie enjoyyy banget
kenapa nga disamping pak Rudy ndu?
kurang besar fotonya ni..jadi nga bisa lihat muka kawan2 lebih jelas
wartawan media apa sih randu?
anu…ee…itu….cuma mo bilang, nikmati aja hari-harimu sambil menghitung jumlah kata yang sudah kau tulis
sebelum pasrah ke sambang lihum, baik betakun dulu gin ke nahdiansyah (dian), ndu ai….
hehehe.. selalu dan selalu seperti begitu.. takut dan terpenjara.. tiadalah kebebasan tanpa DUIT
Salam Sayang
dian yang mana ? berapa no hp-nya? langkar kah orangnya ?
ah, lama sekali blog ini di-update.
mas, ceritakan aja di sini, segala rahasia itu.
kita akan pura-pura nggak percaya.
yakin deh, nggak perlu musti di RSJ dulu untuk mengungkapkannya.
ayolah… *merayu*
Beratnya menyimpan rahasia……asal jangan nglindur beberin rahasia aja waktu tidur. Bahaya tuh…..
Selamat berjuang tak kenal waktu…..hehe
dian yang penyair tu, yang begawi sbg psikolog di sambang lihum. bah, kesah kada ingat–atau hilang ingatan. hehe
kita masih tersekat belenggu dan rambu…sehingga kebenaran selalu tersembunyi dibalik ketakberdayaan. Menjadi rahasia yang kadang memberikan kita kegelisahan.
Yap … begitulah
Tuh khan sekarang yg ganti yg sibuk proyekan…..
Tapi banyak juga wartawan yg sok tahu. Hehe. O ya, sya sdh baca Jazirah Cinta, tapi blm selesai.
hm..randu gak pernah nyasar ke blog saya ? ok, ngalah deh..aku yang nyasar ke blog mu
Yup, ketika nemu fenomena : jurnalis adalah penulis tapi penulis apakah ia jurnalis (jawabannya belum tentu). di partai, saya termasuk jurnalis, tapi di luar owwhh… ternyata.. saya seleb narsis (mulai ngawur :d ). Ok, brow ! Fight for the truth ! Revolt n Rise !
Assalamualaikum….
Kayaknya saya setuju dng pendapat Mas Randu.
Oh ya,saya sudah membaca buku Mas yang judulnya “Jazirah Cinta” itu loh……Bagus sekali^_^
Saya orang KALSEL !