Sementara anda ke warung sebelah untuk beli Puyer obat sakit kepala dari bintang tujuh yang terpercaya, Saya mau cerita sedikit :
ada seorang lelaki yang ditipu oleh kereta api, sudah beli karcis mahal- mahal, ditinggal kencing sebentar, koq kerets berangkat ga bilang- bilang !
Dendamlah ia. Besoknya ia beli karcis lagi, Ia cepat menaiki salah satu gerbong. Tapi beberapa detik sesudah kereta berangkat, ia loncat turun. ” Kutipu kau !” Katanya, ” Kau pikir aku mau ikut kau, tolol ! “
###
Saya sedang menggugat. Betul – betul sedang menggugat. Yang digugat adalah MUI. Sumber segala sakit kepala saya akhir-akhir ini- selain sewa kontrakan saya yang akan segera habis-tentu saja.
Maaf, saya gak membawa pengacara saya. Saya orang kecil, jadi ga bisa nyewa pengacara-pengangguran banyak acara- itu. Saya ga sekolah, jadi ya jadinya ga bisa mengambil jarak dari persoalan. saya Subyektif. Bisa jadi hanya mencenderungi membesarkan persoalan di beberapa hal, dan mengecilkan hal – hal lain. kalau dengar kata “Caleg “. Pasti teringat korupsi. kalau kena razia, pasti Ngoceh di belakang ” Polisi Lagi Bulan tua”.
jadi tolong, jangan ditegur. Wong cuma orang kecil, Koq. Kalau orang besar nampar yang kecil, bisa hilang wibawanya. Enaknya ya saya dibiarkan saja nyerocos kayak radio rusak tetangga sebelah yang bikin kepala saya mau meledak, lantaran volumenya kayak suara hari kiamat.
Seperti telah anda dengar intronya, ini adalah edisi lelaki yang menipu kereta. Supaya seru, baiknya kita aransemen ulang liriknya. misalnya, gantilah kata “kereta” dengan “Pemilu 2009″. Terus “lelaki” diubah ” Rakyat Indonesia”.
Sudah ? Apa yang anda dapatkan ?
Apakah menipu yang ada di benak anda, sama dengan menipu yang ada di benak saya ? Apakah Masinis kereta yang ada di benak anda , sama dengan masinis yang ada di benak saya ?
kalau begitu, betapa malangnya nasib rakyat kecil Indonesia. alangkah mahalnya nilai – nilai yang kami dapatkan untuk bisa berserak-serak di dalam gerbong pengap sejarah Indonesia. Kenapa rakyat yang harus berpihak kepada partai? kenapa bukan partai yang berpihak kepada rakyat ?
kenapa kami harus terus dibawa naik kereta tanpa diberi hak untuk bertanya kemana kami akan diturunkan ?
Turun-turun kami dah kapok. Jadinya males naik kereta. sebab siapapun masinis dan kepala gerbongnya, satu hal yang pasti nasib kami tak berubah.kami sudah trauma naik kereta. trauma dengan manuver – manuver dan goncangan – goncangan yang ujung-ujungnya pasti berdampak pada isi perut kami. Kami muntah- muntah. Sakit Kepala. bahkan : Sakit Jiwa. beberapa di antara kami melempar dirinya dengan terkekeh ke bawah rel kereta.
Tiba – tiba MUI berfirman : Naiklah kereta ! Yang tidak naik kereta masuk neraka !
###
Sempat teringat, Betul juga kata teman saya : “Kalo ga mau mabok, duduk aja di depan dekat sopir ! “
Tapi karena yang bisa duduk di dekat sopir hanya Cewek cantik atau orang – orang yang dikenal baik oleh sopir, maka kebagian tempatnya ya cuma di lantai dan besi karatan gerbong.
Lho ? Mas MUI, apa kalian pikir, gerbong ini belum neraka ?
Sesekalilah naik kereta yang PERTAMAX…
Ass.
Mungkin maksudnya biar aja ikut gerbong neraka yang dangkal dulu, nanti aja rasakan neraka yang paling bawah yang paling dekat dengan keraknya. Panaaaaaaasssss …. koq Bung Randu bawa-bawa gerbong terbakar sih, cepat loncat keluar …
Oh oh.. Ini bukan sedang ngomel2 soal fatwa rokok itu ya? Iya bukan siy… *maklum saya agak telmi*
Tapi Pak, ku belom pernah naik kereta, (kasihan banget aku ya) aku masuk neraka? Tapi aku pingin banget naek kereta lho
Hi friend.. Nice cool post.. gud work.. Do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!
Berulang saya pahami tulisan anda….
Akhirnya kutemukan jawabannya di Firmannya MUI..
Sorry Aku ngga’ mau ikut MUI…?
sidirannya tajem om…
saluuuteee….
gmn ya om., tempet tinggal kita ini dah parah bener., nilai2 yg amburadul tamoak biasa aja., karena kita dah terbisa.
kenapa seh si MUI gk ngeluarin perintah “Bagi Kereta yang Gk Mau Nunggu Penumpang Dilarang Beroprasi…!!!” ???
Wew.. Sindirannya manteb pak
trus kita musti gimana dong?
Emang aneh bangsa ini…!!!
Kita, bangsa yang :
1. aturan hanya untuk dilanggar bukan di taati
2. suka merugikan sesama
3. emosional dan suka merusak
4. negeri yang susah cari uang sehingga korupsi menjadi alternatif
5. aparatnya hanya mementingkan diri sendiri
6. negeri berpenduduk muslim terbesar tapi …
7. selalu ribut…dan….ribut…..tidak….ada…..kedamaian…..susah….
cari…penghidupan…..susah…makan……seandainya…..orang….
indonesia…seperti…orang…..dijepang…..walaupun…bukan…
…mayoritasnya…..berpenduduk…muslim…..tapi….
ada……nilai2 … keislamannya.
… tapi untunglah jadi rakyat kalimantan, banyak yang nggak pernah naik kereta (apalagi yang terbakar).
Banyak aturan yang dibuat sepertinya tidak solutif. Kapan akan terlahir pemimpin negri yang betul2 solutif ya…? Opaaaa…siap memimpin?
memang susah kalau MUI sudah masuk dalam kereta sama saja masuk kedalam busway sebap jalurnya ya itu2 saja…. mungkin sebaiknya MUI masuk ke dalam Bajaj saja, kan bisa seenaknya memilih jalan biar bisa terbuka pikirannya…. hahaha…..
wah gak pernah naik kereta nih
di batam gak ada kereta
humor awal tentang keretanya lucu
Seru ndak ya kalo pada artikel di bawah, kalimat “beberapa pegawai di salah satu PEMDA di Jawa Barat” diganti dengan “staf dan pejabat MUI”
Penemuan yang dimaksudkan pada judul tulisan ini tidak berhubungan dengan tengara polisi akan keterlibatan sindikat narkoba dibalik kematian selebritis Alda Risma. Juga tidak berhubungan dengan pengakuan YZ mantan anggota DPR pusat tentang motif dibalik penyebaran gambar ”mesum hubungan intimnya” dengan penyanyi dangdut ME, apalagi berhubungan dengan nuasa kepuasan mendalam yang tersirat dari wajah beberapa pegawai di salah satu PEMDA di Jawa Barat, manakala mereka beramai-ramai melihat komputer yang memuat gambar ”harta karun” rekan wanita sekantornya.
aq suka ceritanya…lucu,…..
ha…ha…kwak……..hehe…..
Sorry … bung Randu lagi ngantar gerbong kereta, silakan balik lagi dalam 5 menit.
ngomonng-ngomong soal kereta, gw pernah make nih kendaraan dua kali.
cuma negor n ade post baru di blog ane
memang orang kecil tak patut disalahkan. orang besar bikin sumpek
MUI sedang kehilangan arah … mas mau minta fatwa tentang kereta itu haram mas?
analogi yang bagus untuk menggambarkan kondisi caleg kita sekarang ini.
“nice post”
salam kenal.
MUI mayoritas di isi oleh orang yang memiliki intelektual yang bisa diakui. tapi fatwa MUI hanya berlaku bagi orang muslim saja. tapi kenapa ga naik kereta haram. terkadang apakah MUI sendiri kemana – mana naik kereta. ga juga lho, jarang nemukan yang kayak gitu.
Pak…sindirannya tajem banget…tapi sy sepakat.
MUI cuman waton bikin fatwa
*kaburrr…*
ya begitulah politik di Indonesia… kayak kereta. tapi karena gw jarang banget naek kereta, jadi belom ngerti politik Indonesia… hahaha
bingungin ya?
Kita kembalikan ke pribadi masing2, yang mau menerima Fatwa silahkan berbenah. Jika tidak terima ya silahkan…..
MUI sudah melaksanakan tugasnya, mereka tentunya tidak asal mengeluarkan Fatwa. Tinggal kita saja yang menjalankannya atau tidak…
Ini menurut pandangan saya pribadi. Bagi yang tidak sepengertian tidak usah didebatkan…
Peace,Man!!
MUI itu apaan yah? Siapa yang memberikan kewenangan agar MUI menjadi pabrik fatwa? Lalu otak/pikiran umat yang bukan MUI itu apa tidak sah ya?
Salam aja deh buat pak ASMUI.
Selamat malam sahabat…
ada sesuatu untukmu diblogku…mampir ya.
masih setengah hati ma MUI..
Nama masinisnya kan emang Mas MUI,lengkapnya MUHAMMAD MUIMANTO…
mari kita lihat hasilnya nanti, semoga Allah senentiasa memberikan cahaya kebenaran kepada mereka yang meyakini-Nya, atau kalo perlu kita kasih solusi mungkin itu cara yang baik…
saya lagi nunggu nih fatwa Caleg Haram
wah, wah…. renungannya ‘dalem’ banget, menggelitik, lucu, dan menguak luka sebagai WNI yang nasibnya sering diabaikan.
aku udah masuk kereta belum yah?? waduh bisa gawat neh, bisa masuk neraka dunks.
MUI, perlu dikasihani karena sering dipreteli dan diganduli. Hehehehe…mui
semakin kelihatan kelasnya…. cuma bisa didikte pada kepentingan kepentingan tertentu….. siapa yang mau dengar ya…?!
Salam dari Belgia…
Ha ha ha menikmati MUI dipukulin nech
ge suka naik kereta waktu kuliah..bareng mahasiswa lain..rame2 disetiap gerbong …sambil jaim2 gitu
cuma negor ajah du, gw dah ngomen diatas…
cuma negor n ade post baru di blog ane
gak mudeng ah…
Jadi saya gimana nih……… soalnya di daerah (langkat)saya yang ada cuma relnya kereta apinya dah bobok lama gak lewat lewat yang ada kereta brmesin roda dua(istilah umum untuk Sepeda motor di sumut),terima kasih atas simpatinya kepada Fauza Syahfitri saya baca di http://borneojarjua2008.wordpress.com/2009/02/06/embun-mulai-menetes-buat-fauza-syahfitri/#comment-238
tetaplah PEDULI salam hangat kami di langkat sumut
Uedann tenan?!….(gile betul?!)…mantap, top markotop.
Setelah berminggu-minggu ngubek-ubek blog akhirnya kutemukan tambatan hati (maknyutnya klop sesuai selera)
Kalau ngomongin Indonesia dan polah tingkahnya kayak berasyik masuk tapi nggak asyik keluar soalnya memang nggak pernah ketemu jalan keluar.
Salam kenal Bang, Mas, Om atau apalah… yang jelas aku nggak mau panggil bapak (rasanya kayak situ politikus lalu saya rakyat jelata yang harus menghiba-hiba)