“Jazirah Cinta benar-benar membuat saya jatuh cinta, dari halaman pertama sampai akhir cerita … “
Zaskia Adya Mecca, bintang film, penikmat novel
“Melalui novel ini, Randu Alamsyah berhasil mendamaikan dunia imaji yang liar dan dunia realitas yang kerap paradoksal. Selain mampu membingkai alur cerita yang sarat pesan-pesan luhur agama, ia juga mencoba mengungkap makna cinta secara luas …. Patut dibaca!”
Geidurrahman El-Mishry, penulis novel laris Bait-Bait Cinta
“Jika menganggap kisah-kisah berlatar belakang dunia pesantren cenderung stereotip, bacalah novel ini! Di dalamnya kita akan mendapatkan pelajaran berharga, sekaligus kisah yang menyentuh.”
Asma Nadia, novelis dan penulis Catatan Hati Seorang Istri
Untuk lebih lengkapnya silakan akses langsung ke penerbit ZAMAN
sumber: www.penerbitzaman.com
Salam perkenalan buat tuan Randu Alamsyah. Terima kasih atas kunjungan tuan ke laman saya. Semoga perkongsian ilmu akan berterusan dan mendapat kebaikan dari Allah swt. Salam hormat dari saya di Sarawak, Malaysia.
Assalamu’alaikum…
Selamat atas penerbitan buku Bapak, kebetulan saya senang membaca buku2 dgn tema cinta, baik fiksi atau non-fiksi, selamat atas terbitnya buku Bapak, smoga menambah khazanah pustaka tentang cinta dlm perspektif religi, kalau berkenan nanti minta kbari jika bukunya telah ada di Banjarmasin.
Salam,
http://www.taufik79.wordpress.com
Terima Kasih atas kunjungannya. Maaf jika ruangan dan pelayanannya seadanya. Salam buat Tuan Putri Siti Fatimah Ahmad. Buat Mas Taufiq, nanti dikabari.
asslkm…
trimakasih atas kunjungan anda kd blog saya.
.selamat atas terbitnya novel anda..salam kenal,
wah,saya bisa blajar bnyak ttg menulis dr anda.kebetulan saya sdg blajar menulis.. ..blhkah saya me-contact anda sewaktu-waktu utk sekadar bertanya mengenai menulis?
Sampeyan pajangkan juga tu di Gramedia Duta Mall dan Veteran; kasihan saya yang ditanyai bukunya bisa didapat dimana Pak?
Salam…
@nurrahman18 : Boleh, saya juga baru belajar. Jadi kita sama-sama aja ya…
@Pak Ersis : Wah…iya Pak. Terima kasih atas info ini. Sebenarnya di Database Gramedia buku itu telah ada, Saya lihat diKomputer. Cuma mungkin belum datang. Mungkin, karena buku-buku yang berjudul ……Cinta kan udah menganti-klimaks, dibolduzer oleh Sang fenomenal ‘ Laskar Pelangi” jadi pihak gramedia Banjarmasin aras-arasan untuk mendatangkan novel ini.
Padahal Sayang, Novel ini adalah Dokumentasi dan a tribute untuk Guru Sekumpul…
Tapi, nanti saya akan ke Gramedia Esok untuk menanyakan ini, kalau mereka mau, nanti saya yang akan menistribusikan, Supaya Novel ini juga bisa berparade di rak-rak Gramedia Banjar.
Makasih. Salam
Assalamu’alaikum
Ulun sedang belajar menulis fiksi.
Sangat senang dengan terbitnya novel Bapak.
Mohon Pian, bila ada waktu, untuk mengkritisi fiksi-fiksi yang saya buat di http://suhadinet.wordpress.com
Salam
@Suhadinet : Wah Pian ini menyindir ulun. Ulun termasuk pecandu cerpen-cerpen pian di Suhadinet.Kritis-mengkritisi lain wilayah ulun. Itu masuk teritorinya Pak Ersis Warmansyah Abbas, di http://webersis.com.
Paling yang ulun kawa hanya mensupport tulisan-tulisan Pian. Kita sama – sama belajar lah…
Salam
terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. suatu kehormatan bagi saya penulis seperti anda mau berkunjung ke blog saya. Saya sangat tertarik untuk membaca buku hasil karya bapak.
Salam kenal, Pak!
Saya terkesan dengan “Jazirah Cinta” yang mengambil setting di Martapura. Hal ini akan mengenalkan kota “serambi mekkah” ini sebagai kota santri kepada dunia.
Moga terus sukses dalam berkarya!!
Assalamualaikum..
Sangat ingin membaca buku Jazirah Cinta.
Ada e-book nya tidak?
Salam
E-Book ? untuk sementara ini belum ada. Kan masih ada Versi Cetaknya…^_0
Selamat dan sukses atas terbitnya karya anak banua “Jajirah Cinta” dari tangan cerdas Anda. Salut dan bangga novel Anda telah menggaungkan nuansa Banjar dan pesantren. Semoga novel ini jadi pemicu untuk tumbuh dan kembang dunia penulisan di Kalsel.
Setelah Farah Hidayati, kini Randu Alamsyah. Siapa menyusul!
Salam kenal.
Tabik!
Saya jadi tersanjung, Pak. Oke-lah, kritisi-mengkritisi bukan wilayah, Bapak. Terimakasih supportnya, Pak. Saya tulus, mau belajar.
Pak Ersis, tak pernah mengkritik (sori Pak Ersis) he…he..
Beliau selalu memotivasi saya untuk terus berlatih.
Jujur, entah kenapa baru beberapa bulan ini saya tertarik menulis. Sejak memiliki blog.
Sampai hari ini, Pak Ersis telah menghadiahi saya enambelas buah buku.
O ya, maukah suatu kali nanti Bapak menceritakan/menulis proses kreatif dalam menulis cerpen/novel?
Salam hormat.
@ Zulfaisal Putra : Semoga Pak. Terima kasih telah berkunjung.Tabik…!
@ Suhadinet : Enam Belas ? Wah Betapa pemurahnya Beliau ! Mudahan Panjang umur. Ya Pak, Kapan-kapan saya akan menulisnya/menceritakan.
Salam Pak
Pak, saya baru tahu bapak penulis, maksud saya selain menulis blog
Bukunya sudah ada dipasaran pak?
ciamik…
@ OktaEndy : Saya Novelis Gadungan.
@Magang Banger : Apanya yang ciamik?
Persahabatan bagai kepompong katanya, yang mengubah ulat menjadi kupu kupu, artinya ketika kita bersahabat semua yang menyerupai ulat yang bikin gatel dihidup kita akan berubah menjadi kupu kupu yang sangat indah, penuh warna, tubuh kupu kupu itu ada warna hitam, putih, merah, kuning
ah indahnya mahluk ciptaan ALLAH yang satu ini. seindah ALLAH menciptakan sahabat untuk membuat saya tidak akan pernah sendiri dan kita memang tak akan pernah sendiri karena ada ALLAH