ketika lagi serius mengukur-ngukur cuaca dan menghitung – hitung kemungkinan hujan tumpah sehingga saya dapat memutuskan sebaiknya keluar untuk membeli Minyak tanah atau tidak, HP saya menjerit. Suara tegas dari seberang itu meminta saya menunggu, karena akan dijemput. ” saya sedang meluncur ini…,nganggur kan? ikut saya ke Banjarmasin !
Seketika kesadaran saya kacau. Cukup lama juga saya Loading, soalnya saya belum pernah berkomunikasi dalam konteks Face To Face dengan si pemilik suara tadi. saya merasa terlibat dalam situasi yang sangat penting bersama orang yang juga tak kalah penting. saya demam pangung. Psikologi yang dialami oleh orang yang baru terjun ke suatu pentas untuk pertama kalinya.Saya harus ngerewin berkali-kali sebelum akhirnya menyanggupi untuk diculik ke Banjarmasin.
oh, ya, saya lupa, Orang tadi itu Ersis warmansyah abbas.The Founder Of EWT.
***
Rupanya ini masih tentang Bundelan kertas-kertas usang tulisan saya yang akhirnya diterbitkan oleh Penerbit Serambi, jakarta melalui lini penerbitannya, Zaman, sebagai novel dengan judul yang menggetarkan ” jazirah Cinta.” Roman yang menurut mas kurniawan abdullah-Kepala Departemen Penyuntingan naskah Penerbit Serambi, yang telah meloloskan naskah Dan Brown, The Da Vinci Code – sebagai novel yang sangat potensial dibanding novel-novel bertema serupa ( jangan percaya, saya sedang promosi ), meski saya juga berani bertaruh Orang – orang seperti pak ersis, Sandi firly, Aliansyah Jumbawuya, pak suhadi dll, hanya memerlukan waktu kurang dari 2 bulan untuk melakukan hal yang serupa, asalkan mereka berstatus Free.
Waktu Lowong, itulah rahasianya. Saya seorang Pengangguran ketika saya menyelesaikan novel itu dalam 3 Bulan. sampai saat ini pun saya masih luntang – lantung ra karukaruan. saya mempunyai waktu yang lebih panjang dari orang lain untuk berintim ria dengan diri saya.Bukanlah surprise kan jika orang yang banyak melamun dan menguap seperti saya, akhirnya bosan dengan stagnasi hari – hari, kemudian iseng-iseng ngambil kertas untuk dicatat ala kadarnya ?
Dinamakan kejutan itu, adalah jika orang seperti, misalnya Mas Taufiqqurahman, yang pengajar SMAN 5 itu, yang sangat sibuk bergelut dengan segala hardware dan software dunia pendidikan itu, mampu mencuri kesempatan untuk menulis novel.
So, Waktu lowong dan keinginan kuat. That’s All.
Sore itu, Saya gak berani jauh – jauh dari pak Ersis. Saya ga punya uang taksi untuk kembali. Pilihannya ya cuma itu tadi, ikut pak Ersis wherever his go. Pun ketika beliau masuk ruangan untuk memberi kuliah tentang Pengembangan Kurikulum.Saya tamu merangkap asisten dosen sehari. Luar Biasa cara Pak Ersis menguasai kelas. Beliau seseorang yang sangat paham tentang konsep komunikasi dua arah. Ahli dalam seni penyampaian.Piawai membolak – balik atmosfir dan suasana. Jagoan narik – ulur tema. Mimik,Gestur, dan gerak tubuh sinkron dengan segala retorika beliau. Bahkan ketika beliau ‘membantai’ hasil tugas dari seorang anak didik yang cantik, Ekspresi dan Emosi beliau tetap ga cedera.
Di rentang waktu pentransferan ilmu itu,baru saya sadar, saya berhadapan dengan Ersis seutuh-utuhnya.
sebenarnya, saya agak ga enak.Soalnya di edisi kemarin beliau nyindir-nyindir masalah lontong. Lha, koq pulangnya malahan saya yang ditraktir beliau di sebuah restoran dengan pelayanan akrobatik. menyusun puluhan piring dalam sekali antar. saya Umpat Maem.Ga senonoh juga kan kalo saya yang kere,mbosi beliau. Mana berani saya. He..he..
Memang betul kata iklan : Ersis, Gsm yang baik.